07 Nov 2015

GenMuda Versi 20.15 Anti Malware Korupsi & Intoleransi

Link download Koran Solidaritas tersedia di bawah artikel ini

"Indonesia Error-404; Kualat Pada Orang Muda!"

Editorial Koran Solidaritas - Edisi ke-4, Oktober 2015

“you can cut all of the flowers, but you can't keep spring from coming” – Pablo Neruda

Puisi Neruda diatas seakan menjelaskan bagaimana hukum alam bekerja dalam sebuah siklus konsisten. Tidak satupun bisa keluar dari siklus itu, banyak yang pernah mencoba, lalu terkena tulah sejarah.  

'Muda-beda-berbahaya' adalah potongan lagu karya Superman is Dead (SID) asal Bali. Kebisingan SID tidak hanya mengalir lewat playlist para fans, bukan juga sekedar kebisingan yang keluar dari  soundsystem ratusanribu Watt ketika SID konser. Tapi kebisingan itu juga terdengar keras dalam penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa. Kebisingan yang jujur selalu menggugat kemapanan.

SID bukanlah afiliasi salah satu partai atau ormas politik. SID bukan Band yang tidak laku, lalu mencari-cari sensasi 'maju-mundur cantik' agar nama mereka terdengar lagi di publik. Lagu dan albumnya laris, konsernya tak pernah sepi penonton. Disaat yang sama kepedulian sosial selalu mengalir dalam setiap karyanya. Ketika kesenian dan politik dikawinkan, anaknya bisa bernama Reformasi atau bahkan Revolusi.

Karya SID sangat realis, salah satu aliran seni yang merasuk ke dalam banyak hal seperti film, musik, novel, tarian, cerpen dll. Realisme selalu di-upgrade oleh benturan-benturan dan ketegangan sosial disekitarnya. Karya realis lahir dari inspirasi kehidupan sosial yang nyata, bukan fiksi. Menjadi legend dalam aliran ini membutuhkan integritas. Karya realis adalah sebuah manifesto sikap juga tindakan sosial.

Maka dari itu  ‘muda-beda-berbahaya’  akan terdengar aneh jika dilafalkan tidak dalam satu nafas. Muda adalah sebuah identitas sosial yang selalu menggugat kebungkaman dan kemapanan. Muda tidak akan pernah dan tidak akan bisa hidup lama dalam siklus keheningan, apalagi keteraturan yang mekanis. Muda selalu membutuhkan ruang untuk menyemai perbedaan, sungguh ‘beda’adalah sebuah rahmat bagi orang muda. Beda yang eksis tapi elastis, beda yang berkompetisi namun penuh toleransi, sebuah kebisingan kreatif bukan keheningan koruptif, diam tapi nyolong.

Diujung pencarian lalu terbentuk sebuah kesepahaman yang unik dan kadang sulit ditebak oleh statistik. Awalnya berdenyut pelan,  berdetak, mendentum keras menciptakan kerumunan raksasa. Pada saat itu, lafadz terakhir dari mantra SID ‘muda beda dan berbahaya’ menemukan tanggal dan tempat lahirnya, persalinan itu melahirkan SOLIDARITAS yang selalu menuntut kebaruan.  

jika kami bersama nyalakan tanda bahaya
jika kami berpesta hening akan terpecah
aku, dia dan mereka memang gila memang beda
tak perlu berpura-pura memang begini adanya

Solidaritas dari kerumunan kreatif tentu berbahaya bagi sebagian orang. Tapi sebenarnya itu hanya cara zaman memutar roda sejarah manusia bumi. Solidaritas adalah anti virus yang dikirimkan oleh alam, ketika alarm tanda bahaya dinyalakan. Sinyal dikirimkan terus menerus akibat gangguan kronis pada sistem utama. Malware korupsi dan virus intoleransi adalah musuh utama Solidaritas. Disaat yang muda dihambat, ketika ruang-ruang perbedaan ditutup, tanda bahaya itu muncul di Woodstock, Wall Street, Tahrir Square, Hongkong, juga pernah terdengar di Indonesia pada Mei 1998.

Ketika Partai Politik garing, memuja kemapanan, terjebak di ruang-ruang sidang, politik kehilangan gairah dan kegembiraannya. Politik terpenjara dalam absensi harian, sementara jiwanya mulai dimanjakan oleh fasilitas yang  memang lezat. Politik yang menolak Perang Dingin sambil menari di jalan diiring kebisingan Rock N’Roll, politik yang membebaskan Afrika, Indonesia dan negara Arab dari kolonialisme, hanya terpampang sebagai nama belakang dari Partai. Perkenalkan nama saya Politik... Partai Politik, sambil tertunduk lesu.

Tapi jangan salah, KS merekam tumbuhnya geliat partai-partai politik baru di berbagai belahan dunia. Bukan hanya muda, bukan hanya beda, tapi juga berbahaya. Mengapa? Karena mereka mulai membentuk kerumunan-kerumunan, bahasa mereka unik, kadang menggunakan @ atau # atau http:// yang nyaris sulit dipahami oleh Partai yang sekarang berkuasa. Mereka terhubung dengan kecepatan komunikasi yang murah, cepat dan efisien. Piraten Partei di Jerman dan Internet Party di Selandia Baru, malah telah menjajal kekuatan di gelanggang elektoral. Tidak ketinggalan Partai Solidaritas Indonesia, besutan Grace Natalie ini mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan baru.

Ketika listrik solidaritas dialirkan, jutaan akun-akun muda mengirimkan sinyal dengan bahasa yang unik. Sinyal tersebut dimuat di berbagai portal dengan alamat berbeda, tinggal menunggu SID membaca mantra terakhir ‘jika kami bersama’. Dalam waktu singkat erumunan-kerumunan yang tadinya anonim, menjelma kerumunan manusia yang nyata. Dalam mantra Solidaritas, sesungguhnya zaman baru sedang menanti detik-detik persalinannya.

Selamat memperingati Sumpah Pemuda ke-87. Salam Solidaritas!   

 

Download attachments:
Read 2703 times
Back to Top